Ketika Angin jaman menerpamu Di atas cadas ataupun lumpur cemar Teruslah mewangi wahai kuntumku Tetaplah indah di padang liar Hingga kaulah yang akan dipetik Sebab mekarmu hanya sekali
Ilalang yang terhampar Desau angin dan dengung kumbang-kumbang Angin zaman memang telah berubah arah Sampai waktu milikmu akan tiba Jangan pernah hilang wangimu tersia-sia
Cahaya cinta yang diberkati Dibalut kepak sayap para bidadari Inilah hari yang dinanti ketika madu suci temukan kumbang sejati menjaga dan memiliki wangimu dengan namanya
Pergaulan bebas, sebuah produk impor yang merusak ternyata telah
menjadi komoditi yang cukup laris di kalangan remaja. Apalagi dalih
mereka, kalau bukan kemajuan, modernisasi, ke-setaraan gender dan
alasan-alasan menggiurkan lainnya. Untuk itu perlu dilakukan upaya penanggulangan melalui berbagai cara
dan sarana. Salah satunya adalah melalui media bacaan yang dapat
mengarah-kan para remaja kepada pergaulan yang benar dan menjelaskan
bahaya-bahaya yang ditimbulkan akibat pergaulan bebas. Buku yang ada di tangan pemba-ca ini merupakan salah satu pemenang
lomba penulisan naskah dengan tema "Bahaya Pergaulan Bebas" yang
diseleng-garakan oleh Yayasan Al-Sofwa Jakarta. Sengaja kami pilih
untuk diterbitkan ka-rena bahasa nasihatnya terasa menyen-tuh, seperti
nasihat seorang ayah kepa-da putrinya. Selain itu, metode dan gaya
penulisannya tidak memvonis, namun mengarahkan emosi sehingga para
remaja mau menyadari betapa memilukan akibatnya bila seorang remaja
putri teje-rumus dalam pergaulan bebas.