|
TAZAKKA KAPSUL HERBAL: JAMUR LINGZHI
HARGA: RP 65.000,- Isi: 60 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT: Memperlambat
mencegah angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru pada sel-sel
kanker) sehingga sel kanker dan tumor tidak bisa menyebar, mengatasi
insomnia, memiliki efek terapi pada hepatitis kronis, membersihkan
racun, mengembalikan sel-sel tidak normal menjadi sel normal, serta
berfungsi sebagai imunomodulator (pembangkit kekebalan tubuh) dan
imunoterapi
DESKRIPSI Di
antara berbagai makanan dan suplemen yang dipercaya dapat membantu
menyembuhkan kanker, jamur merupakan salah satu favorit. Lingzhi
(Ganoderma lucidum) salah satunya. Menurut buku Pengobatan Herbal
Tiongkok yang ditulis tahun 56 SM, jamur kayu ini tercantum sebagai
bahan obat nomor satu dari 365 bahan obat lainnya –termasuk ginseng.
Lingzhi masuk dalam kategori “superior” karena dapat menyembuhkan
berbagai macam penyakit, mampu menjaga dan mengembalikan keseimbangan
tubuh, dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping.
Ada
banyak jenis jamur kayu. Sebagian di antaranya nikmat kita santap di
meja makan, seperti jamur kuping, jamur tiram, jamur gigit, dan
shiitake. Tetapi sebagian lainnya tidak, seperti lingzhi dan
kawan-kawannya dari genus Ganoderma.
Lingzhi
dapat tumbuh di berbagai belahan dunia ini –termasuk Indonesia. Tempat
tumbuhnya adalah pohon-pohon yang tua dan lapuk, atau pohon yang telah
mati. Berbentuk seperti payung tidak sempurna, bertangkai relatif
pendek dibandingkan dengan tubuh buah (payung)-nya yang berdiameter
hingga 30 cm. Bentuk payungnya setengah lingkaran mirip ginjal, dengan
ketebalan bervariasi antara 2-5 cm.
Kandungan utama lingzhi
adalah protein, polisakarida (ganodelan A, ganodelan B, dan beberapa
jenis glukans), triterpenoid (asam ganodermik, ganodermadiol, dan 110
macam lainnya) yang strukturnya mirip hormon steroid, juga germanium,
ergosterol, coumarin, mannitol, alkaloid, asam lemak tak jenuh,
adenosin, dan berbagai vitamin (B, C, D) serta mineral (natrium,
kalsium, seng, besi, fosfor). Kandungan polisakarida, germanium,
triterpenoid padha reishi bekerja melawan kanker dengan membersihkan
racun, mengembalikan sel-sel tidak normal menjadi sel normal, serta
berfungsi sebagai imunomodulator (pembangkit kekebalan tubuh) dan
imunoterapi. Juga dapat mencegah angiogenesis (pembentukan pembuluh
darah baru pada sel-sel kanker) sehingga sel kanker tidak bisa menyebar.
Kemampuannya
memperbaiki sirkulasi darah ikut meningkatkan kandungan oksigen dalam
sel. Kadar oksigen tinggi dalam sel membuat sel-sel kanker mati.
Demikian juga kemampuannya membersihkan racun, membuat sel kanker
kehilangan sarana utama untuk hidup dan berkembang.
Selain
kemampuan antikanker , lingzhi sangat dikenal untuk menormalkan tekanan
darah –tinggi maupun rendah–, mencegah stroke, antioksidan, antinyeri,
antiradang, antivirus, antijamur, antialergi, menurunkan kadar lemak,
kolesterol, gula darah, menyembuhkan bronkhitis, hepatitis, menekan
efek samping kemoterapi/radiasi, dan masih banyak lagi. Kemampuannya
menyembuhkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, tak lain
disebabkan daya adaptogennya, yaitu dengan menormalkan semua fungsi
tubuh yang terganggu.
Dalam sejarah panjangnya sebagai herba
pengobatan yang diandalkan, tidak pernah dilaporkan adanya efek samping
yang serius, kecuali efek samping ringan setelah pemakaian jangka
panjang --misalnya enam bulan-- berupa rasa agak kering pada rongga
mulut dan rongga hidung. Efek samping ini segera hilang setelah
pemakaian dihentikan sementara, untuk kemudian diteruskan lagi.
Tak
heran kalau buku pengobatan Tiongkok kuna menjuluki jamur ini sebagai
“jamur dewa” dan menempatkannya pada peringkat pertama di antara
seluruh bahan obat yang dikenal saat itu (baik dari golongan hewan,
tumbuh-tumbuhan, maupun bahan lainnya). Selain itu, lingzhi aman
dikonsumsi oleh semua orang, dewasa maupun anak-anak, bahkan wanita
hamil, baik dalam kondisi sehat maupun sakit. “Selain dapat
mengobati berbagai jenis penyakit dan dapat membuat seorang pria lebih
perkasa, ramuan asal Cina juga dapat membuat orang selalu terlihat awet
muda,” ujar Sony, konsultan obat-obatan Cina. Ia mengungkapkan, salah
satu ramuan khas Cina yang dapat membuat seseorang selalu terlihat awet
muda, adalah ramuan yang terbuat dari jamur ling zhi (ganoderma
lucidum). Salah satu jenis jamur kayu ini sering disebut ling chih atau
ling shi (ling zhi). “Khasiat jamur ini sudah dikenal sejak jaman
Kaisar Shi Huang Ti,” ungkapnya. Yang istimewa, menurut dia, jenis obat
tradisional yang sering disebut sebagai pelopor obat Cina itu, lebih
dikenal sebagai obat awet muda. Dikisahkan, kaisar dari Dinasti Wei
pernah mengerahkan 3.000 prajurit dan perwira angkatan lautnya ke
Jepang untuk memburu jamur tersebut. Pasalnya, sari tanaman ini
dipercaya dapat membuat seseorang tetap awet muda dan tak pernah mati.
“Makanya, kaisar menjadikan jamur ini sebagai jamu rutinnya,” bebernya.
Pada
masa itu, kata Sony, tabib-tabib kerajaan juga memberikan ling zhi
untuk selir-selir kaisar. Mereka yang mengonsumsi jamur ini secara
teratur mengalami perubahan. Di antaranya, warna wajahnya menjadi lebih
cerah, berseri, dan juga tampak lebih muda. “Sejak saat itu, jamur ini
menjadi primadona, bahkan disebut sebagai ‘si Obat Dewa',” tuturnya.
Dalam kisah lain, lanjut Sony, disebutkan jika jamur ini ditemukan
seorang petani bernama Seng Nong yang juga digelari ‘Petani Yang Suci'.
Selain dapat membuat awet muda, jamur ini juga memiliki khasiat lain
yang tak kalah dahsyatnya. Di antaranya dapat mengembalikan tenaga,
meningkatkan energi, mengukuhkan otot dan tulang, melicinkan
sendi-sendi, menajamkan intelektual, dan jika dimakan secara tetap
dalam jangka waktu yang lama, akan membantu untuk memperpanjang usia
seseorang.
Banyaknya khasiat jamur ling zhi bagi kesehatan
manusia juga dikatakan Edi, konsultan obat-obatan Cina lainnya di
Jambi. Menurut dia, selain kaya khasiat cara mendapatkan khasiat jamur
ini juga tidak sulit. “Biasanya masyarakat Cina hanya merebusnya. Namun
untuk mempermudah dalam mengonsumsi ada juga yang telah mengolahnya
menjadi serbuk. Bahkan kini juga hadir dalam kemasan kapsul siap
minum,” bebernya. Menurut Edi, berdasarkan artikel yang pernah
dibacanya, seorang pakar jamur dan herbalis di Jakarta, Dr Johanes
Hendriato, pernah melakukan penelitian. Hasilnya, jamur berwarna merah
hitam ini memang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan manusia. Di
antaranya, dapat mengembalikan tenaga hidup, menguatkan fisik,
melancarkan aliran darah, meningkatkan daya tahan seseorang dari
penyakit, dan merupakan sejenis tanaman obat yang tidak ada
bandingannya. “Karena khasiatnya yang sangat kaya, dengan mengonsumsi
jamur ini secara rutin memang dipercaya bisa berumur panjang dan gairah
seksnya meningkat,” katanya. Mual-mual ketika makan akhirnya membuka
tabir kesehatan Andreas-yang bersangkutan enggan disebut namanya. Nafsu
makannya kemudian hilang. Bobot tubuh pria 57 tahun itu anjlok menjadi
47 kg. Khawatir kondisinya memburuk, anggota keluarganya memboyong
Andreas ke sebuah rumahsakit di Jakarta. Hasil diagnosis dokter,
mual-mual itu akibat batu bersarang di kantong empedu sekaligus tumor
saluran empedu. Untuk mengatasinya, dokter menawarkan 2 operasi:
operasi pengangkatan batu dan saluran empedu. Sayang, operasi yang
disebutkan terakhir itu berisiko merenggut jiwa pasien. Operasinya pun
diperkirakan membutuhkan waktu 7 jam. Alternatif lain, Andreas
menjalani operasi by pass, dokter memasang pipa mungil yang
menghubungkan saluran empedu agar tidak melewati bagian yang tersumbat. Andreas
manut. Dari kantong empedu itu dokter mengeluarkan 8 batu seukuran biji
kopi. Pascaoperasi kondisi tubuh Andreas membaik. Namun, itu Cuma
sesaat. Beberapa bulan berselang, keluhan seperti semula muncul lagi.
Dokter mendiagnosis tumor saluran empedu itu metastasis alias menyebar
dan berubah menjadi kanker. Atas saran herbalis di Tangerang, Banten,
ia mengkonsumsi 2 tablet ekstrak ling zhi 3 kali sehari. Bulan silam,
ia memeriksakan diri ke rumahsakit. Dokter menyatakan kondisi Andreas
normal. Andreas tidak sendirian. Sulastri semula terpeleset, jatuh,
dan kepala membentur lantai kamar mandi. Pensiunan guru sekolah dasar
berusia 70 tahun itu kejang-kejang, lalu muntah. Keluarga membawanya ke
rumahsakit. Meski obat dokter habis dikonsumsinya, kejang-kejang itu
tak kunjung berakhir. Dokter spesialis saraf yang memeriksanya
menemukan sel kanker seukuran telur itik di kepalanya. Ia mengidap
kanker otak stadium lanjut. Sulastri menjalani perawatan di sebuah
rumahsakit di Surakarta, Jawa Tengah, hingga sebulan. Ia menolak saran
dokter untuk operasi. Pada 31 Oktober 2005, perempuan senja itu
menghentikan konsumsi obat dokter. Sejak saat itu ia mengkonsumsi
rebusan 20 g jamur ling zhi. Setelah mendidih, ia menyaring, lantas
meminumnya 3 kali sehari masing-masing segelas. Enam bulan rutin
mengkonsumsi rebusan ling zhi, dokter menyatakan Sulastri sembuh dari
kanker otak. Kini ia terbiasa bepergian meninggalkan rumah di
Baturetno, Wonogiri, ke Surakarta sendirian. Purwanto juga merasakan
khasiat ling zhi. Dua bulan setelah genap 60 tahun, kelahiran Surakarta
1 September 1947 itu terserang stroke. Ia menghabiskan waktu di tempat
tidur lantaran tak mampu berjalan. Berpegangan ketika dibonceng sepeda
motor pun ia tak sanggup. Ayah 3 anak itu menghentikan konsumsi obat
dokter ketika tekanan darahnya justru melonjak. Harapan kesembuhan
disandarkannya pada 2 kapsul ekstrak ling zhi per hari. Sebulan
berselang, kakek 2 cucu itu seperti terlahir kembali lantaran mampu
berjalan kaki. Resep dokter Ling zhi yang dikonsumsi Sulastri dan
Purwanto itu merupakan jamur kayu. Itu bukan tanaman baru di Indonesia.
Sejak puluhan tahun silam, anggota famili Polyporaceae itu
dibudidayakan pekebun di berbagai kota. Sulastri dan Purwanto,
umpamanya, mengkonsumsi ling zhi hasil budidaya pekebun di Sukoharjo,
Provinsi Jawa Tengah. Selain itu di beberapa daerah seperti Bandung,
Bogor, Yogyakarta, dan Blitar, juga terdapat pekebun ling zhi. Dalam
2-3 tahun terakhir, banyak dokter dan herbalis memanfaatkannya untuk
mengobati beragam penyakit mematikan. Sekadar menyebut beberapa contoh,
dr Paulus Wahyudi Halim di Tangerang, Provinsi Banten, Hartono Chong
(Jakarta), dr Sidi Aritjahja (Yogyakarta), Arifin Lee (Batam), dr Sri
Budiwati dan Stefanus Rifandie (Surabaya), serta Wahyu Suprapto
(Malang), meresepkan ling zhi kepada para pasien. Sri Budiwati
meresepkan ling zhi antara lain untuk anak autis. ‘Hiperaktifnya jadi
berkurang. Sebab di saraf otak dan rambut terdapat logam berat,
sedangkan germanium mampu mengikat logam berat,’ katanya. Mengapa
mereka meresepkan ling zhi? Jamur itu terbukti secara ilmiah
menyembuhkan beragam penyakit maut. Prof Dr Agus Sudjarwo, periset
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, membuktikan bahwa ling zhi
tokcer mengatasi kanker paru. Doktor Farmakologi alumnus Tokyo
University itu meriset in vivo dengan jasa sel paru-paru yang terserang
kanker. Namun, setelah diberi 10 mikroliter per ml ekstrak ling zhi,
sel kanker tak berkembang. Pria kelahiran Madiun 4 September 1956
itu menuturkan ling zhi menghambat proteinkinase C yang dibutuhkan sel
kanker untuk berkembang. Artinya ling zhi Ganoderma lucidum bersifat
antiproliferasi alias menghambat perkembangan sel kanker. Norimasa
Shudo, manajer kesehatan Nissan Chemical Industries, yang ditemui
Trubus di Tokyo, Jepang, pada awal musim dingin silam juga meriset
praklinis ling zhi. Ia menggandeng Fakultas Kedokteran Kyoto
Perfectural University.
Lengkap Riset
Kyoto Perfectural University membuktikan jumlah sel kanker pada tikus
yang diberi ekstrak ling zhi berdosis 0,0025% turun menjadi 4 papiloma;
tanpa ling zhi, 9 papiloma. Jumlah itu dihitung 19 pekan setelah
perlakuan. Itu berarti ling zhi bersifat antikanker. Riset ilmiah itu
sejalan dengan banyak bukti empiris seperti dialami oleh Andreas dan
Sulastri. Bagaimana duduk perkara ling zhi ampuh mengatasi kanker? Yang
paling bertanggung jawab terhadap sirnanya sel kanker adalah senyawa
aktif germanium. Germanium adalah atom berwarna abu-abu dengan titik
didih 2.833oC. Kadarnya mencapai 2.000 ppm, 4-6 kali lipat lebih besar
ketimbang kadar sejenis di ginseng. ‘Kandungan germanium pada reishi
dapat membantu mengatasi tumor,’ tutur dr Ekky M Rahardja MS SpGK,
dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas
Tarumanagara. Secara umum konsumsi rutin ling zhi, ‘Merangsang produksi
interferon dan interleukin I dan II sebagai antikanker,’ ujar dr Paulus
Wahyudi Halim. Secara alamiah keduanya juga dihasilkan tubuh.
Produksinya bakal berlipat ketika seseorang mengkonsumsi ekstrak ling
zhi. Senyawa aktif yang tak kalah digdaya adalah betaglukan.
Polisakarida itu berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol
dalam darah. Konsumsi secara oral, dari usus betaglukan masuk ke sel-T
dan merangsang makrofag, salah satu pembangun sistem kekebalan tubuh.
Di sanalah betaglukan mengaktifk an makrofag sehingga kekebalan tubuh
pasien pun terdongkrak. Itulah riset Dr Fukumi Morishige PhD, periset
Linus Pauling Institute of Science and Medicine sebagaimana disampaikan
oleh Dr Kenji Sakamoto di Jakarta. ‘Pasien yang mengkonsumsi ling zhi
ternyata kadar imunoglobulin IgA, IgG, dan IgM justru meningkat.
Berarti ling zhi meningkatkan daya tahan tubuh,’ kata Sakamoto. Pada
gilirannya ling zhi mampu mencegah atau mengatasi pertumbuhan sel-sel
kanker sekaligus meningkatkan vitalitas. Paulus pernah ‘dikomplain’
seorang dokter. Gara-garanya ia meresepkan ling zhi kepada ayah si
dokter yang mengidap kanker getah bening. Sebelumnya ia banyak
menghabiskan waktu dengan tidur. Namun, setelah rutin mengkonsumsi
ekstrak ling zhi, ia kerap mengajak sang dokter mengobrol hingga larut
malam. Tubuhnya amat bugar meski kini usianya 92 tahun. ‘Dokter
memberikan ramuan apa kepada ayah saya?’ tanya dokter kepada Paulus. Dengan
kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh, ling zhi amat cocok bagi pasien
Human Immuno Virus-Acquired Immunodefi ciency Syndrome (HIV-AIDS),
penyakit akibat melemahnya kekebalan tubuh pasien. HIV-AIDS menyerang
sel darah putih CD 4 dan menjadikannya sebagai tempat berkembang biak
virus. CD 4 orang yang positif AIDS, maksimal 200; CD 8, positif.
Singkat kata, gara-gara virus itulah kekebalan tubuh rusak. Bukan
cuma meningkatkan kekebalan tubuh, ling zhi juga mengandung protease
inhibitors-obat utama untuk mengobati AIDS. ‘Reishi menekan muatan
virus dan meningkatkan jumlah CD 4,’ kata Paulus, dokter alumnus
Universita’ Degli Studi Padova, Italia. CD 4 orang sehat mencapai 400.
Dokter yang pernah berdinas di Ethiopia, Afrika, itu belum lama ini
menangani warga Jerman yang tinggal di Banten. Ia pasien HIV-AIDS yang
akhirnya sembuh, antara lain ditandai dengan normalnya angka CD 4,
setelah rutin mengkonsumsi ekstrak ling zhi.
Sejak purba Khasiat
reishi-nama ling zhi di Jepang-kian lengkap dengan adanya senyawa
triterpenoid seperti ganoderat. Paulus menuturkan triterpenoid ampuh
melenturkan otot polos pembuluh darah dan memperbaiki viskositas alias
kekentalan darah Artinya, ia mencegah koagulasi atau penggumpalan darah, merangsang sirkulasi darah, sekaligus mengurangi trigliserida dan low density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat. Dengan
peran spektakuler itu pantas reishi ampuh mengatasi dan mencegah
ancaman penyakit seperti jantung koroner, arteriosklerosis, dan stroke
akibat terganggunya peredaran darah. Itu persis yang dialami Jahuri.
Pria kelahiran 13 Mei 1939 itu divonis jantung koroner pada usia 67
tahun. Ia akhirnya sembuh setelah rutin mengkonsumsi 3 kapsul 3 kali
sehari. Menurut dr Ekky, jamur kayu itu juga mengandung senyawa
polisakarida yang molekulnya berikatan beta yang lebih mudah dicerna
oleh tubuh. Kehadiran polisakarida di dalam tubuh mengundang reaksi
sistem kekebalan di selaput lendir saluran pencernaan GALT
(Gastrointestinal Associated Lymphoid Tissue). Dengan seabrek
keistimewaan itu pantas ling zhi tokcer mengatasi beragam penyakit
maut. Keampuhannya bukan baru terbukti sekarang. Sejak 2.000 tahun
silam, ling zhi dimanfaatkan sebagai obat. Sejarah mencatat ling zhi
digunakan sebagai obat sejak kaisar Shen Nung (2737 SM). Ia ditabalkan
sebagai god’s herb alias obat dewa. Meski demikian, ling zhi bukan
obat sempurna. Setidaknya menurut dr Sidi Aritjahja, herbalis di
Yogyakarta, ling zhi bersifat neovaskularis alias pembentuk pembuluh
darah baru. ‘Jadi antara neovaskularis dan antioksidan (dalam ling zhi,
red) adu kuat. Jika yang kuat neovaskularis, semakin subur
penyakitnya,’ kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Sidi
menuturkan penyakit yang kurang cocok diatasi dengan ling zhi adalah
kanker dan jantung koroner. Pada pasien jantung, pembuluh darah
memang meningkatkan kinerja jantung. ‘Lama-kelamaan kerja jantung lebih
berat,’ kata Sidi. Demi menekan efek neovaskularis, Sidi
mengkombinasikan ling zhi dan jintan hitam untuk pasien kanker. Namun,
untuk pasien stroke kehadiran pembuluh darah baru justru diharapkan.
Soalnya, stroke antara lain akibat penyumbatan pembuluh darah. Demikian
juga bagi orang sehat, pembentukan pembuluh darah baru makin membuat
sehat. Hal serupa disampaikan Hartono Chong, herbalis di Roxy,
Jakarta. Menurut Hartono penyebab kanker ada 2 yakni akibat
hormonal-kanker payudara, kanker rahim, dan kanker prostat-serta mutasi
gen. Ia meresepkan ling zhi untuk kanker akibat mutasi gen. ‘Ling zhi
memperkaya oksigen dalam tubuh sehingga darah encer, peredarannya
lancar, kondisi kesehatan pasien pun prima,’ katanya. Soal efek
samping, memang belum ditemukan. ‘Pemakaian ling zhi dalam jangka
panjang tak menyebabkan ketagihan dan efek samping,’ kata dr Budiwati
yang meresepkan ling zhi sejak 5 tahun silam setelah sembuh kista
indung telur berkat rutin mengkonsumsi ling zhi. Menurut pengelola
salah satu klinik kesehatan di Surabaya itu, selama 5 tahun meresepkan
ling zhi minimal 1.000 pasien tertolong. Paulus juga demikian. Ia
meresepkan ling zhi dipadu dengan herbal lain tergantung jenis penyakit
pasien. ‘Pemakaiannya tak bersifat universal, takarannya bersifat
individual karena metabolisme setiap manusia berbeda-beda,’ kata
kelahiran Padang 10 April 1946 itu.
|