|
HARGA: RP 25.000,- Isi: 80 Kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT Kapsul
herbal dengan komposisi tumbuhan keladi tikus 100%. Mengobati penyakit
kanker payudara, paru-paru, usus besar, rectum, lever, prostat, ginjal,
leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukimia, empedu dan
pankreas. Hasil penelitian menunjukkan efek membunuh/menghambat pertumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk khemoterapi dan bersifat anti virus dan anti bakteri.
DESKRIPSI
Tumbuhan
keladi tikus mempunyai nama latin Typhonium flagelliforme (Lodd).
Termasuk yang punya nama asing rudent tuber ini, telah digunakan oleh
penduduk negeri tetangga kita, Malaysia, sebagai obat penyakit kanker.
Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Malaysia
dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat
menghancurkan sel kanker. Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun
1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS,
PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang,
Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah
membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia ,
Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
KELADI TIKUS ATASI KANKER PAYUDARA Orang
banyak mengenal keladi sebagai umbi talas yang bisa menjadi salah satu
bahan untuk makanan. Jenisnya pun berbeda-beda. Di Papua, talas menjadi
bahan makanan pokok. Namun, keladi tikus berbeda lagi dari yang biasa.
Keladi tikus lebih banyak dijadikan bahan untuk obat tradisional.
Keladi
tikus (typhonium divaricatum (L.) Dence) mulai banyak dan semakin
dikenal sebagai bahan untuk obat pembasmi kanker payudara. Di sebut
keladi tikus karena ukurannya kecil daripada keladi biasa. Terna
menahun ini berukuran tinggi 10 sampai 45 centimeter. Bagian yang lebih
mirip binatang tikus adalah mahkota bunganya yang berwarna putih,
berbentuk panjang kecil, mirip ekor tikus.
Tanaman berbatang
basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter
di atas permukaan laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk
daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk jantung. Warnanya hijau
segar.
Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah
pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk
perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh
dari umbi tersebut. Pada musim kemarau, batangnya menghilang.
Sedangkan pada musim hujan, tumbuhan ini muncul lagi di atas permukaan
tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.
Menurut Potopoy
Pasau yang banyak menggunakan keladi tikus sebagai obat tradisional,
tanaman ini tak berdaun di musim panas seperti sekarang ini. Karena
itu, ia merasa kesulitan menemukannya. Ia mengaku, untuk obat
tradisional, ia tak mengembangbiakan sendiri, melainkan mencari di
tempat-tempat tumbuhnya keladi tikus ini. ''Keladi tikus lebih banyak digunakan untuk pengobatan kanker, khususnya kanker payudara.
Bagian
yang digunakan adalah seluruh tanamannya, baik daun, hingga ke umbinya.
Semuanya digerus dan ditambah air sedikit. Air saringannya itu yang
diminum rutin,'' ujar Patopoy. Tanaman ini terasa hangat, asam, dan
beracun. Keladi tikus berkhasiat sebagai antiradang, antipembengkakan,
dan dapat membekukan darah atau mengurangi pendarahan.
|