|
TAZAKKA KAPSUL HERBAL: BENALU TEH HARGA: RP 35.000,- Isi: 80 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
KHASIAT: Menyembuhkan
penyakit kanker rahim, kanker usus, prostat, memperkuat ginjal,
menenangkan uterus sewaktu hamil, menguatkan tulang, mengurangi
pembengkakan, menghilangkan rasa sakit punggung maupun lutut, serta
menurunkan tekanan darah tinggi, kelainan hati dan TBC
DESKRIPSI
Pada
saat ini pengembangan obat anti tumor atau anti kanker yang berasal
dari tanaman banyak digalakkan, mengingat bahan obat asal tanaman
tersebut banyak terdapat di Indonesia. Salah satu bahan obat asal
tanaman tersebut adalah Scurrulla atropurea (BL) Danser yang biasanya
dikenal denan nama benalu teh.
Menurut Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO), setiap tahun penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta
orang dan 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta meninggal akibat
kanker. Di Indonesia diperkirakan setiap tahun terdapat 100 penderita
baru dari setiap 100.000 penduduk dan penyakit kanker menduduki urutan
ke-3 penyebab kematian sesudah penyakit jantung dan paru-paru
Pengobatan
kanker pada umumnya sama, yaitu salah satu atau kombinasi dari operasi,
penyinaran (radioterapi), obat pembuluh sel kanker (sitostatika),
meningkatkan daya tahan tubuh dan pengobatan dengan hormon. Hasilnya
tentu tergantung dari keadaan pasien dan jenis kanker. Saat ini gagasan
yang tengah dikembangkan dan digalakan penggunaannya oleh pemerintah
adalah upaya pengembangan tanaman obat. Gagasan ini tertuang dalam
Program Departmen Kesehatan,khususnya Program Tanaman Obat Keluarga
(TOGA) dan Program Apotik Hidup
Salah satu tanaman obat yang
paling dikenal masyarakat untuk mengobati penyakit kanker adalah benalu
teh dan salah satu jenis benalu teh tersebut adalah (Scurulla
atropurpurea(BL) Danser). Selain secara empirik dipakai masyarakat
sebagai obat kanker, benalu teh terbukti secara in vitro dapat
menghambat tumor crown gall dan penelitian deteksi aktivitas
asparaginase dalam benalu teh dapat menghidrolisa sparagin.
Asparaginase adalah enzim katalisator yang berperan menghidrolisa
asparagin menjadi asam aspartat dan amonia. Dengan demikian sel kanker
kekurangan asparagin yang berakibat kematian sel.
Kandungan
kimia benalu teh antara lain alkaloid; flavoBenalu teh Scurrulla
atropurea (BL) Banser adalah tumbuhan yang hidupnya menumpang pada
tumbuhan teh dan menghisap makanan dari tumbuhan inang untuk
kelangsungan hidupnya. Tanaman ini digunakan poleh sebagian masyarakat
yang tinggal di daerah-daerah di Indonesia sebagai obat anti tumor atau
anti kanker. Daun dan batang tanaman ini mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, glikosida, triterpen, saponin dan tanin. Di Eropa dan
Amerika ada jenis benalu yang dipakai untuk mengobati tumor atau kanker
yaitu, ada beberapa tanaman misalnya Viscum album L yang dalam
percobaan bersifat imunostimulator melalui pengaktifan sel granulosit
dan makrofag, yang memberi sifat anti tumor.
Sebagai obat
tradisional, masyarakat di berbagai negara sebenarnya sudah lama
memanfaatkan benalu untuk menyembuhkan beragam penyakit.
Seperti
bisa dibaca dari naskah lawas, "Journal of the Asiatic Society of
Bengal" (1887), keberadaan dan khasiat benalu ternyata sudah dikenal
luas oleh orang Indonesia sejak lama, khususnya di Jawa, Sumatra, dan
Kalimantan.
Faktanya, catatan-catatan etnobotani menunjukkan, di
Jawa pada tahun 1968 benalu sudah digunakan sebagai obat penyakit cacar
air, cacar sapi, diare, cacing tambang, tumor, dan kanker. Pada 1978
penelitian etnobotani juga memberitakan, benalu teh kering yang direbus
airnya dapat diminum untuk menyembuhkan penyakit kanker rahim dan jenis
kanker lainnya. Sedangkan pada tahun 1980, giliran benalu sawo yang
dipercaya dapat menyembuhkan tumor payudara.
Lalu pada 1983
ditemukan fakta bahwa benalu jeruk nipis, benalu beringin, dan benalu
teh dengan ramuan tertentu dapat menghalau tumor. Setahun kemudian,
penelitian etnobotani sekali lagi menemukan fakta di lapangan, air
hasil rebusan benalu dan daun tapak dara (Catharanthus roseus), jika
diminum, ternyata dapat mengobati kanker.
Tahun 1995, penulis
sempat mengunjungi Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, untuk mengamati
maraknya penggunaan benalu sebagai ramuan jamu di daerah itu. Dari
hasil pengamatan itu, penulis sempat menemukan seorang penderita kanker
usus yang berhasil sembuh dari penyakitnya, setelah meminum rebusan
benalu mangga.
Tak hanya manjur di Indonesia, khasiat benalu
juga dipercaya oleh masyakat Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini. Di
negara-negara itu, benalu juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Di Indocina, daun benalu Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. sering diramu
dengan teh, lalu diminum sebagai obat flu. Sedangkan larutan daun
benalu Scurrula ghracififolia digunakan untuk mengobati rematik,
bisul-bisul, serta memperkuat pertumbuhan gigi dan rambut. Jenis benalu
lainnya, Viscum articulatum Burm. F direbus dan diminum dua kali sehari
untuk mengobati bronkitis. Di Cina semua bagian dari benalu Scurrula
parasitica, yang sudah dikeringkan, digunakan untuk memperkuat ginjal,
menenangkan uterus sewaktu hamil, menguatkan tulang, mengurangi
pembengkakan, menghilangkan rasa sakit punggung maupun lutut, serta
menurunkan tekanan darah tinggi.
Orang Cina juga memanfaatkan
benalu untuk pengobatan kelainan hati dan merangsang pertumbuhan
rambut. Sedangkan Viscum articulatum dipercaya membantu mengatasi
kelainan hati dan penyakit TBC (tuberkulosis).
Apa sebenarnya rahasia benalu, sehingga banyak dimanfaatkan orang sebagai obat beragam penyakit ?
Menurut
Richter dalam Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan
Viscaceae mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flavanones,
c-glycoflavonols dan flavan-3-ols. Flavonoid sendiri berfungsi sebagai
pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar
ultraviolet dan bertanggung jawab pada warna bunga, buah, dan daun.
Dalam
ilmu farmasi, flavaoid dikenal sebagai senyawa antiradang, antioksidan,
pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV, mencegah keracunan hati,
antikelebihan lemak, merangsang kekebalan tubuh, sebagai vasodilator
(memperlancar aliran darah), mencegah penggumpalan darah, antialergi,
dan antikanker.
Keberadaan flavanoid itu didukung oleh zat-zat
lain yang juga terdapat pada benalu, seperti proline, hydroproline,
myo-inositol, dan chiroinosotils. Sementara benalu famili Loranthaceae
diyakini banyak mengandung tanin. Senyawa ini terdapat pada tanaman
benalu, berkat hasil kerja sama asam gallic dengan catechin, yang
menyebabkan padatnya kadar tanin pada daun dan tangkai batang. Dalam
ilmu farmasi, tanin kerap digunakan sebagai obat diare, penawar racun,
antivirus, antikanker, dan anti-HIV.
Di balik dosa besarnya pada
tumbuhan lain, benalu ternyata berpotensi menjadi bahan penyembuh luar
biasa. Seperti manusia, benalu juga punya sisi baik dan sisi buruk !
|