|
HARGA: RP 25.000,- Isi: 80 Kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
Khasiat: Menghancurkan
batu saluran kencing, batu empedu, mengobati disentri, wasir, rematik
goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis),
bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka
bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar
Deskripsi: Komposisi : SIFAT
KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tempuyung rasanya pahit dan dingin.
KANDUNGAN KIMIA : Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol,
manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol.
EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN : 1.
Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung
terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro,
menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: a. daun tempuyung tidak secara
jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu
ginjal. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik
daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988). 2.
Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu
menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan
pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).
Tempuyung
tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit
terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah
terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal
dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan
pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2
m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang
berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada
pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong,
ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak
teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun
yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal
memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk
bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum,
warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah
kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut,
cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun
kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2
m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa
dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.
Nama Lokal : Jombang,
j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda).; Tempuyung (Jawa).; Niu
she tou (China), laitron des champs (Perancis).; Sow thistle (Inggris).;
|