|
HARGA: RP 65.000,-
Isi: 60 kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331102058
KHASIAT: Mengobati: menyembuhkan
diabetes melitus, penyakit jantung koroner, asam urat, hipertensi,
hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, radang
liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri
sendi, memperhalus kulit. peradangan organ tubuh (paru, ginjal, hati,
dan pencernaan), menghambat pertumbuhan sel-sel kanker serta luka yang sulit sembuh
DESKRIPSI:
Tanaman
sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh
merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh
berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna
merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung
senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, ta-nin dan flavonoid. Sirih
merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau
Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan
merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat
digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara
empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti
diabetes mi-litus, hepatitis, batu ginjal, me-nurunkan kolesterol,
mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat,
radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus
kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga
dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik.
Sirih merah banyak di-gunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan
atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat
kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat
besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan
obat moderen.
Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk
dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai
hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta
penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun
sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin,
ta-nin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh
masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan
berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat.
Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia
maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan
berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu
ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi,
ra-dang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan,
nyeri sendi dan memperhalus kulit. Sirih merah banyak digunakan pada
klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang
tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai
tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan
dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen. Tanaman sirih
mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih
gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua
jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya
merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh
berselang seling dari batangnya. Sirih merah (Piper crocatum) adalah
salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah di-ketahui
memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis
penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi.
Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan
dalam setiap upacara adat khususnya di Jogyakarta. Tanaman ini termasuk
di dalam famili Pipe-raceae dengan penampakan daun yang berwarna merah
keperakkan dan mengkilap saat kena cahaya. Sirih merah tumbuh
merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang
bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai
membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun
meng-kilap dan tidak merata. Yang mem-bedakan dengan sirih hijau adalah
selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan
berlendir serta aromanya lebih wangi. Ramuan sirih merah telah lama
dimanfaatkan oleh lingkungan kraton Jogyakarta sebagai tanaman obat
yang beguna untuk ngadi saliro. Pada tahun 1990-an sirih merah
di-fungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobis, karena penampilannya
yang menarik. Permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap. Pada
tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dan dimanfaatkan sebagai
tanaman obat. Dari beberapa pengalaman, diketahui sirih merah memiliki
khasiat obat untuk berbagai penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah
banyak masyarakat yang tersembuhkan dari berbagai pe-nyakit. Oleh
karena itu banyak orang yang ingin membudidayakannya.
Kandungan kimia Tanaman
memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang
disebut dengan metabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan
bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut,
tetapi mempunyai fungsi untuk berkompetisi dengan makhluk hidup
lainnya. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman bermacam-macam
seperti alkaloid, terpenoid, isoprenoid, flavonoid, cyanogenic,
glucoside, glu-cosinolate dan non protein amino acid. Alkaloid
merupakan metabolit sekunder yang paling banyak di produksi tanaman.
Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian
dari sistim heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid
dari tanaman sebagai obat. Sampai saat ini semakin banyak alkaloid yang
ditemukan dan diisolasi untuk obat moderen. Para ahli pengobatan
tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena
mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai
penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni
alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural
product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa
alko-koloid dan flavonoid memiliki ak-tivitas hipoglikemik atau penurun
kadar glukosa darah. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun
sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol,
allylprokatekol, karvakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen,
kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada. Karena banyaknya
kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah
memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol
bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat
antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat digunakan untuk
mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat diguna-kan untuk mengobati
sakit perut.
Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi Sejak
jaman nenek moyang kita dahulu tanaman sirih merah telah diketahui
memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis
penyakit, di samping itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual
yang tinggi. Sirih merah diperguna-kan sebagai salah satu bagian
penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi saliro”.
Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga
kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau
tak sedap. Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini
masih sangat kurang terutama dalam pengembang-an sebagai bahan baku
untuk biofarmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat
hanya berdasarkan pengalaman yang dilaku-kan secara turun temurun dari
orang tua kepada anak atau saudara terdekat secara lisan. Di Jawa,
ter-utama di Kraton Jogyakarta, tanaman sirih merah telah dikonsumsi
sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan
pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat menyembukan
penyakit ambeien, keputihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih
merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba. Selain bersifat
antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes,
dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan
kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan
penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat
disembuhkan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih
merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah
dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat
menyembuhkan penyakit hepatitis. Sirih merah dalam bentuk teh herbal
bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah
dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana
pasiennya yang berobat sembuh dari diabetes karena mengkonsumsi teh
herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat
memperhalus kulit. Secara empiris diketahui tanaman sirih merah
dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat,
serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan
nyeri sendi. Saat ini sudah cukup banyak klinik herbal center yang
menggunakan sirih merah sebagai ramuan atau terapi yang berkhasiat dan
manjur untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit
|