HARGA: RP 35.000,- Isi: 60 Kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
Khasiat: Sebagai aphrosidiak, mengatasi impotensi dan meningkatkan kemampuan seksual
Deskripsi: Tanaman
Perdu dengan buah polong dan biji membuat tumbuhan ini sering disebut
Pronojiwo saja. Tanaman ini dikenal sebagai obat penguat tubuh terutama
untuk lemah syahwat. Penelitian di laboratorium yang menguji efek
aphrodisiak ekstrak biji pronojiwo manis menunjukkan bahwa tanaman ini
dapat memberikan efek aphrodisiak pada hewan uji.
Nama latinnya
adalah Sterculia javanica. Tanaman perdu dengan buah polong dan biji
membuat tanaman ini sering disebut pranajiwa saja. Tanaman ini dikenal
sebagai obat penguat tubuh terutama untuk lemah syahwat. Penelitian di
laboratorium yang menguji efek aphrodisiak ekstrak biji pronojiwo manis
menunjukkan bahwa tanaman ini dapat memberikan efek aphrodisiak pada
hewan uji.
Tanaman obat berpenampilan serba langsing ini
dinamakan pranajiwa. Hingga kini, tak ada catatan sejarah yang bisa
menjelaskan asal mula nama itu. Yang pasti, khasiat dan "kesaktian"
tumbuhan obat multiguna ini sangat populer di kalangan peracik
obat-obatan yaitu sebagai pemacu gairah sexual laki-laki.
Pranajiwa
adalah tumbuhan perdu tegak dengan tinggi 0,5 m-1,5 m. Sekilas, bentuk
daun anggita keluarga Leguminosae ini mirip daun melinjo. Pranajiwa
terdapat di Pegunungan Himalaya, Filipina, dan Indonesia. Biasanya,
tanaman padat manfaat ini bisa kita jumpai di daerah pegunungan dengan
ketinggian 1.000 m - 2.000 m dpl.
Susunan daun pranajiwa
berselang-seling dengan tangkai yang panjang. Setiap tangkai terdiri
dari 3-5 anak daun berwarna hijau mengkilat. Panjang daunnya sekira 10
- 15 cm dengan pangkal membulat dan ujung lancip. Sedangkan tangkai
bunganya, bersembulan dari ketiak-ketiak daun, tersusun bertandan dalam
jumlah banyak. Ukuran bunga-bunga putih ini cukup mungil, sekira 1,25
cm.
Buah pranajiwa yang mirip polong ini, berbentuk lonjong
dengan panjang 1-2 cm. Pada waktu muda, polong berwarna cokelat dan
berubah hitam keunguan setelah matang. Umumnya, dalam satu polong,
terdapat satu biji yang besar. Rasanya? Sangat pahit!