|
HARGA: RP 30.000,- Isi: 80 Kapsul No. Sertifikat Halal MUI: 1636072001 (kapsul) Izin Depkes RI: P.IRT No. 313331105058
Khasiat: mengobati sakit perut (mulas), perut kembung,
mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang
nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur,
rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun
(orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan
cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan
obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;
Deskripsi Komposisi :
SIFAT
KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah : buah masak mengandung bau
aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati,
ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah :
minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak
asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih
kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol,
anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang
menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat
karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung
stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1.
Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin
untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik
saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3.
Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol,
fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna
dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian
pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan
batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas
dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak
menunjukkan khasiat ini.
Adas merupakan satu dari sernbilan
tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia
telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman
obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian
1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada
dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena
manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina,
Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh
merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau
kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi.
Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip
yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,
berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya
berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan
6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang
gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung
batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih
muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning
sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda
tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila
dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas,
yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering.
Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam
industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan
sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan
mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan
kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran.
Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.
Nama Lokal : Hades
(Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas
(Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas
(melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).;
Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo
(Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase
(Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),;
Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel,
commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;
|